BUPATI LEBAK RESMIKAN KAWASAN TERPADU CIKOTOK

Senin, 17 Desember 2012 15:24:21 - oleh : admin
BAKSEL - Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya, didampingi Direktur Umum dan Corporate Social Responsibility (CSR) Antam Denny Maulasa, Cikotok Mine Closure Head Bureau, Erit Riyanda, meresmikan fasilitas sosial (Fasos) berupa stadion, pasar dan subterminal terpadu serta pasanggarahan, di Stadion Cikotok, Cibeber, Lebak, Minggu (16/12).
Peresmian fasos yang menelan dana sebesar Rp11 miliar dari PT Antam (Persero) dihadiri pula oleh Anggota DPR Hj. Iti Oktavia dan Ketua DPRD Lebak H. Ade Sumardi serta Sekda Lebak, Ir. H. Dede Jaelani, serta ribuan warga.
Dalam sambutannya, Bupati Jayabaya mengapresiasi kebijakan dan kepedulian PT Antam (Persero) pada kepentingan masyarakat Lebak, khususnya warga Cikotok, dan untuk sementara menjadikan Kecamatan Cibeber menjadi satu-satunya kecamatan yang memiliki kawasan terpadu di Kabupaten Lebak.
“Ini merupakan perhatian PT Antam (persero) yang pernah melaksanakan kegiatan penambangan di Cikotok, bagi masyarakat khususnya di Cikotok Kecamatan Cibeber guna melakukan pembenahan agar sepeninggal PT Antam (persero) perekonomian masyarakat terus meningkat,”ujar Bupati Jayabaya kemarin.
Jayabaya menjelaskan, kawasan terpadu di Kecamatan Cibeber yang dibangun dari dana Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Antam (Persero) seperti di Kecamatan Cibeber ini tidak ada di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Lebak. Pasalnya, untuk pembangunannya membutuhkan dana yang cukup besar.
“Selain membangun kawasan terpadu, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, PT Antam (persero) juga melakukan perubahan pola pikir (mind set) masyarakat dengan mengundang dari ChAIN Center (Chemical Engineering Alliance and Innovation Center) yang hasilnya sudah tampak meski belum menyeluruh,”tukasnya.
Direktur umum dan CSR Antam, Denny Maulasa, kepada Kabar Banten mengatakan, pembangunan stadion, pasar dan subterminal serta pesanggarahan ini adalah salah satu upaya untuk menjadikan kawasan pasca tambang sebagai daerah yang bermanfaat secara sosial, ekonomi, ekologis dan estetik bagi masyarakat sekitar yang berkelanjutan.
“Hal tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip good mining practices yang selama ini dijalankan oleh Antam,” ujarnya.
Denny menyatakan, pembangunan fasilitas sosial tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar dan menggerakkan mobilitas transportasi dalam mendukung perdagangan antarsentra pengembangan.
“Dengan demikian, diharapkan dapat membantu kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat untuk mencapai peningkatan kesejahteraan dan kemandirian secara berkelanjutan. Adapun seluruh biaya yang digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial tersebut sebesar Rp11 miliar,” tukasnya. (Sumber Kabar Banten) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | Twitter : Pemkab Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak
BUPATI LEBAK RESMIKAN KAWASAN TERPADU CIKOTOK
BAKSEL - Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya, didampingi Direktur Umum dan Corporate Social Responsibility (CSR) Antam Denny Maulasa, Cikotok Mine Closure Head Bureau, Erit Riyanda, meresmikan fasilitas sosial (Fasos) berupa stadion, pasar dan subterminal terpadu serta pasanggarahan, di Stadion Cikotok, Cibeber, Lebak, Minggu (16/12).
Peresmian fasos yang menelan dana sebesar Rp11 miliar dari PT Antam (Persero) dihadiri pula oleh Anggota DPR Hj. Iti Oktavia dan Ketua DPRD Lebak H. Ade Sumardi serta Sekda Lebak, Ir. H. Dede Jaelani, serta ribuan warga.
Dalam sambutannya, Bupati Jayabaya mengapresiasi kebijakan dan kepedulian PT Antam (Persero) pada kepentingan masyarakat Lebak, khususnya warga Cikotok, dan untuk sementara menjadikan Kecamatan Cibeber menjadi satu-satunya kecamatan yang memiliki kawasan terpadu di Kabupaten Lebak.
“Ini merupakan perhatian PT Antam (persero) yang pernah melaksanakan kegiatan penambangan di Cikotok, bagi masyarakat khususnya di Cikotok Kecamatan Cibeber guna melakukan pembenahan agar sepeninggal PT Antam (persero) perekonomian masyarakat terus meningkat,”ujar Bupati Jayabaya kemarin.
Jayabaya menjelaskan, kawasan terpadu di Kecamatan Cibeber yang dibangun dari dana Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Antam (Persero) seperti di Kecamatan Cibeber ini tidak ada di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Lebak. Pasalnya, untuk pembangunannya membutuhkan dana yang cukup besar.
“Selain membangun kawasan terpadu, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, PT Antam (persero) juga melakukan perubahan pola pikir (mind set) masyarakat dengan mengundang dari ChAIN Center (Chemical Engineering Alliance and Innovation Center) yang hasilnya sudah tampak meski belum menyeluruh,”tukasnya.
Direktur umum dan CSR Antam, Denny Maulasa, kepada Kabar Banten mengatakan, pembangunan stadion, pasar dan subterminal serta pesanggarahan ini adalah salah satu upaya untuk menjadikan kawasan pasca tambang sebagai daerah yang bermanfaat secara sosial, ekonomi, ekologis dan estetik bagi masyarakat sekitar yang berkelanjutan.
“Hal tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip good mining practices yang selama ini dijalankan oleh Antam,” ujarnya.
Denny menyatakan, pembangunan fasilitas sosial tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar dan menggerakkan mobilitas transportasi dalam mendukung perdagangan antarsentra pengembangan.
“Dengan demikian, diharapkan dapat membantu kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat untuk mencapai peningkatan kesejahteraan dan kemandirian secara berkelanjutan. Adapun seluruh biaya yang digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial tersebut sebesar Rp11 miliar,” tukasnya. (Sumber Kabar Banten) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | Twitter : Pemkab Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya