Dinkes Kab.Lebak Siagakan 1318 Tenaga Kesehatan

Jum`at, 2 Agustus 2013 10:32:15 - oleh : admin
RANGKASBITUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak siapkan sebanyak 1.318 tenaga kesehatan untuk disiagakan dalam pengamanan mudik lebaran tahun ini.
Kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Lebak, H Heru Haerudin, menyatakan, tenaga kesehatan jajaran Dinas Kesehatan yang diterjunkan dalam pengamanan mudik lebaran ini sudah mulai melaksanakan tugas dari H-7 sampai H+7 mendatang.
“Jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan dalam pengamanan mudik lebaran tahun ini terdiri dari tenaga dokter sebanyak 55 orang, perawat sebanyak 367 orang dan tenaga bidan sebanyak 496 orang,” ujarnya.
Selain menyiagakan tenaga kesehatan, ujarnya, Dinkes juga menyiapkan posko utama dan posko pengendali terdiri dari 41 Puskesmas ditambah pos strategis yang ditempatkan di Stasiun Maja, Rangkasbitung, Terminal Mandala, Malangnengah, Terminal Aweh dan Rabinsa pos-pos kesehatan ini buka selama 1x 24 jam untuk melayani arus mudik lebaran.
“Dalam pengamanan idul fitri ini Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan tiga rumah sakit yaitu RSUD Adjidarmo Rangkasbitung,RSU Misi Rangkasbitung dan RSUD Mlingping untuk melayani kegawat daruratan, rawat jalan tingkat satu, rawat inap tingkat satu, rujukan dan promosi kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pengamanan lebaran ini Dinkes juga menyiapkan posko mobile team di wilayah selatan dan di kecamatan Cipanas. Posko mobile ini ditugaskan pada H+7 untuk antisipasi warga yang melaksanakan kunjungan wisata seperti ke ke Pantai Bagedur, pantai karang malang, pantai sawarna, pantai karangmalang, cibobos di wilayah Lebak Selatan dan kunjungan wisata ke obyek pemandian air panas Tirta Buana di kecamatan Cipanas- Lebak.
“Kami juga menyiapkan posko kendali yang dipusatkan di Kantor Dinkes. Posko kendali ini selain bertugas memantau keadaan di posko-posko Puskesmas dan posko strategis juga sebagai antisipasi untuk menangani terjadinya kekurangan obat-obatan , tenaga medis atau tenaga kesehatan dan adanya kejadian luar biasa (KLB) suatu penyakit," katanya. (SumberKB) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya