Pendidikan Agama Cegah Islam Anarkis

Senin, 29 Juli 2013 14:44:11 - oleh : admin
RANGKASBITUNG- Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, pemahaman agama telah mengalami penurunan.
Pemicunya karena terjadi kerusakan moral di tengah masyarakat. Untuk itu, pendidikan agama sejak dini menjadi salah satu upaya untuk mencegah muncul dan berkembangya aliran sesat yang mengatasnamakan Islam, termasuk munculnya sekelompok umat yang sering berbuat anarkis yang menyebut nama besar Islam. “Pencegahan yang paling epektif adalah memberikan pemahaman dan pendidikan agama sejak dini kepada putra putri kita,” kata Suryadharma Ali, usai meresmikan pembangunan Masjid Ar Rohmah di Komplek Pendidikan (Komdik), Rangkasbitung, Lebak, Minggu (28/7).

Menurut Suryadharma Ali, pemerintah, khususnya Kementerian Agama RI, tidak bisa membenarkan adanya tindakan sekolompok umat yang berbuat anarkis dan membabibuta dengan mengatasnamakan agama Islam. “Agama manapun tidak membenarkan umatnya untuk berbuat anarkis yang terkadang banyak merugikan umat itu sendiri, apalagi di saat bulan suci Ramadhan ini,” katanya lagi.

Ia mengatakan, munculnya berbagai aliran sesat yang berbeda pemahaman dalam melaksanakan ibadah, hendaknya agar menjadi tanggungjawab bersama, termasuk peran alim ulama dan pemerintah. “Kita ketahui, di mana-mana muncul pemahaman yang berbeda dengan membawa agama Islam. Sejarah juga mencatat, Banten adalah salah satu yang dijadikan pusat perkembangan umat Islam di sejak zaman dulu,” ujarnya.

Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengatakan, pemerintah daerah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak berperan serta dalam menangkal aliran sesat yang diduga marak di Kabupaten Lebak. “Isu maraknya aliran sesat di Lebak ini salah satunya peran serta MUI dalam menangkal masuknya aliran tersebut di Lebak,” kata Mulyadi Jayabaya.

Bupati mengatakan, aliran sesat sangat mudah masuk ke wilayah Kabupaten Lebak karena kondisi yang sangat strategis yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Sukabumi. “Selain Lebak masih daerah tertinggal, kondisi lain mudahnya aliran sesat masuk ke Lebak karena dekatnya dengan wilayah Jawa Barat seperti Kabupaten Bogor dan Sukabumi, sehingga aliran tersebut bisa masuk melalui jalur tersebut,” katanya.

Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Satibi Hambali menambahkan, pemerintah daerah telah mengeluarkan perda wajib diniyah dan program wajib mengaji. Program ini merupakan salah satu upaya untuk menangkal masuknya aliran sesat di Kabupaten Lebak. “Kami pun melakukan koordinasi dengan seluruh pengurus MUI di masing-masing kecamatan dan melakukan pengajian rutin agar Lebak bersih dari aliran sesat,” katanya.

Acara tersebut juga turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Iding Mujtahidin, Kemenag Lebak Aminudin, Sekda Lebak Dede Jaelani, asisten daerah, beberapa kepala SKPD, alim ulama dan tokoh masyarakat Lebak. (SumberBR)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya