Lebak Jadi Ibukota Negara Indonesia, Masyarakatnya Mendukung

Selasa, 5 Februari 2013 08:47:44 - oleh : admin
LEBAK - Setelah Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya mengatakan kesiapan Kabupaten Lebak untuk menjadi Ibukota Republik Indonesia menggantikan DKI Jakarta, kini sejumlah elemen masyarakat mendukung pemerintah Kabupaten Lebak mengusulkan Kecamatan Maja menjadi Ibu Kota Negara Indonesia karena memiliki keunggulan sebagai daerah penyangga DKI Jakarta.

"Jika pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota RI lebih baik ke Kecamatan Maja, sebab jarak tempuh ke Jakarta relatif dekat," kata Bahtiar, seorang aktivis mahasiswa warga Kabupaten Lebak, Ahad (03/02).

Ia mengatakan, saat ini sarana angkutan kereta api jurusan Maja-Jakarta sudah dua jalur atau "double track". Perjalanan ditempuh selama satu jam dengan jarak sepanjang 60 kilometer. Selain itu juga pemerintah bisa membangun jalan tol Balaraja maupun tol BSD Serpong yang menghubungkan Maja, Kabupaten Lebak.

"Saya kira sarana angkutan dan komunikasi dengan kementerian dan instansi lainnya lebih dekat serta mudah," katanya.

Khairudin, salah seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lebak Mandiri mengatakan pihaknya sangat mendukung jika pemerintah memindahkan Ibu Kota RI ke Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Selama ini, kata dia, Kecamatan Maja sangat tepat dijadikan tempat pusat pemerintahan karena bebas dari ancaman bencana alam, seperti banjir, longsor, gempa tektonik maupun tsunami.

Selain itu juga pasokan air bersih melimpah dari Waduk Karian yang lokasinya di Kecamatan Sajira. "Kami berharap pemerintah pusat lebih baik memilih Kecamatan Maja sebagai ibu kota RI dibanding Kalimantan maupun Sumatera," katanya.

Semenatra, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Asep Aeda Rusman mengatakan saat ini Kecamatan Maja masuk "Kota Kekerabatan" karena perbatasan dengan Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Bogor.

Karena itu, pihaknya sangat setuju Kecamatan Maja dijadikan pusat pemerintahan, terlebih di sana terdapat tanah milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) seluas 5.250 hektare.

"Saya kira lahan seluas itu tentu sangat mudah dipakai oleh kepentingan negara karena milik pemerintah," jelasnya. Ia menambahkan, sejauh ini wacana pemindahan ibu kota RI ramai dibicarakan ketika saat Jakarta dilanda banjir.

Namun, wacana itu hingga kini belum ada realisasinya dari pemerintah. "Kami menilai Kecamatan Maja sangat layak jadi ibu kota RI," katanya. [Kto] www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak
Lebak Jadi Ibukota Negara Indonesia, Masyarakatnya Mendukung
LEBAK - Setelah Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya mengatakan kesiapan Kabupaten Lebak untuk menjadi Ibukota Republik Indonesia menggantikan DKI Jakarta, kini sejumlah elemen masyarakat mendukung pemerintah Kabupaten Lebak mengusulkan Kecamatan Maja menjadi Ibu Kota Negara Indonesia karena memiliki keunggulan sebagai daerah penyangga DKI Jakarta.
 
"Jika pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota RI lebih baik ke Kecamatan Maja, sebab jarak tempuh ke Jakarta relatif dekat," kata Bahtiar, seorang aktivis mahasiswa warga Kabupaten Lebak, Ahad (03/02).
 
Ia mengatakan, saat ini sarana angkutan kereta api jurusan Maja-Jakarta sudah dua jalur atau "double track". Perjalanan ditempuh selama satu jam dengan jarak sepanjang 60 kilometer. Selain itu juga pemerintah bisa membangun jalan tol Balaraja maupun tol BSD Serpong yang menghubungkan Maja, Kabupaten Lebak.
 
"Saya kira sarana angkutan dan komunikasi dengan kementerian dan instansi lainnya lebih dekat serta mudah," katanya.
 
Khairudin, salah seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lebak Mandiri mengatakan pihaknya sangat mendukung jika pemerintah memindahkan Ibu Kota RI ke Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.
 
Selama ini, kata dia, Kecamatan Maja sangat tepat dijadikan tempat pusat pemerintahan karena bebas dari ancaman bencana alam, seperti banjir, longsor, gempa tektonik maupun tsunami.
 
Selain itu juga pasokan air bersih melimpah dari Waduk Karian yang lokasinya di Kecamatan Sajira. "Kami berharap pemerintah pusat lebih baik memilih Kecamatan Maja sebagai ibu kota RI dibanding Kalimantan maupun Sumatera," katanya.
 
Semenatra, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Asep Aeda Rusman mengatakan saat ini Kecamatan Maja masuk "Kota Kekerabatan" karena perbatasan dengan Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Bogor.
 
Karena itu, pihaknya sangat setuju Kecamatan Maja dijadikan pusat pemerintahan, terlebih di sana terdapat tanah milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) seluas 5.250 hektare.
 
"Saya kira lahan seluas itu tentu sangat mudah dipakai oleh kepentingan negara karena milik pemerintah," jelasnya. Ia menambahkan, sejauh ini wacana pemindahan ibu kota RI ramai dibicarakan ketika saat Jakarta dilanda banjir.
 
Namun, wacana itu hingga kini belum ada realisasinya dari pemerintah. "Kami menilai Kecamatan Maja sangat layak jadi ibu kota RI," katanya. [Kto] www.lebakkab.go.id | fb : @[100004077499713:2048:Pemerintah Kabupaten Lebak] | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya