Penyuluh Wajib Lakukan Pendampingan

Sabtu, 2 Februari 2013 12:21:54 - oleh : admin
RANGKASBITUNG - Tenaga penyuluh di Kabupaten Lebak wajib melakukan pendampingan baik di bidang pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan di wilayah tugasnya masing-masing .
Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K ), Ir. Nana Sunjana, menyatakan, dengan adanya upaya pendampingan tenaga penyuluh terhadap para petani ini diharapkan berbagai usaha garapan yang dilaksanakan masyarakat petani di Kabupaten Lebak baik bidang pertanian, kehutanan dan perikanan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu, tentunya dapat mengangkat kemampuan para petani.
“Pendampingan yang dilakukan petugas penyuluh terhadap para petani ini ditempuh karena jumlah tenaga penyuluh yang ada jumlahnya sangat terbatas. Tugas para penyuluh dalam pendampingan terhadap para petani itu disesuaikan dengan potensi wilayah setempat,” ujar Nana, kemarin.
Nana mencontohkan, di Kecamatan Cileles misalnya, dengan potensi di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan cukup menonjol, maka para petugas penyuluh dapat membantu mendampingi para petani sesuai dengan bidang garapan usahanya.
”Pendampingan itu sangat penting karena para petani harus diberikan wawasan dan pengetahuan terhadap bidang garapannya sesuai potensinya,” katanya.
Diakuinya, jumlah tenaga penyuluh yang ada di Kabupaten Lebak saat ini masih sangat terbatas, hanya berjumlah 205 tenaga penyuluh yang terdiri dari tenaga penyuluh pertanian berstatus PNS sebanyak 23 orang dan tenaga penyuluh berstatus TKK/TKS sebanyak 57 orang, penyuluh kehutanan dan perkebunan sebanyak 20 orang, perikanan dan kelautan 5 orang, peternakan 3 orang, penyuluh THL 97 orang .
Sementara jumlah kelompok tani pertanian sebanyak 1.614 kelompok, kehutanan dan perkebunan sebanyak 696 kelompok, perikanan 249 kelompok dan peternakan sebanyak 228 kelompok. (KabarBanten) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya