INVESTOR ASING MAKIN LIRIK INVESTASI DI LEBAK

Rabu, 2 Januari 2013 09:30:00 - oleh : admin
Lebak - Investor asing makin melirik investasi di Kabupaten Lebak, Banten, karena potensi kekayaan alam di daerah ini melimpah dan memiliki nilai jual.

"Selama ini banyak investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Lebak," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Agianto Ahmad Tahir di Rangkasbitung.

Menurut dia, saat investor asing yang akan mendirikan perusahaan di Kabupaten Lebak, di antaranya pengusaha terkenal dari China dan Thailand.

Mereka menanamkan modalnya di sektor pertambangan, pariwisata, peternakan dan perumahan.

Para investor tersebut akan mendirikan pabrik semen di Kecamatan Cilograng, Bayah, Bojongmanik dan Panggarangan.

Selain itu juga peternakan di Kecamatan Curugbitung dan Sajira dan pariwisata di pesisir Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah.

Begitu pula kawasan perumahan di "Kota Kekerabatan" Kecamatan Maja dan Curugbitung.

Bahkan, kata dia, pabrik semen milik PT Gamma Group dan Syiam Cemen Group beroperasi 2013 dengan nilai investasi triliunan rupiah.

Kehadiran investor asing tersebut tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

"Kami terbantu dengan adanya investor asing itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, diperkirakan keberadaan pabrik tersebut dapat memberikan kontribusi sekitar Rp60 miliar per tahun bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan promosi-promosi untuk menarik investor asing maupun domestik agar mereka mau menanamkan modal di Kabupaten Lebak.

Sebab potensi kekayaan alam memiliki nilai jual untuk mengundang investor.

Selama ini, ujar dia, investor mulai melirik di Kabupaten Lebak sehubungan membaiknya sarana dan prasarana infrastruktur.

Selain itu juga perizinan begitu mudah dengan dilayani satu atap, yakni Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT).

"Kami terus mendorong agar para investor mau berinvestasi sesuai dengan visi dan misi Lebak sebagai daerah kondusif investasi," katanya.

Kepala Bidang Engineering PT Gama Grup Handy menjelaskan pihaknya akan beroperasi pabrik semen 2013 dengan produksi sekitar empat juta ton per tahun.

Pabrik semen itu termasuk kategori terbesar di Indonesia. Sebab kapasitas satu linker dapat menampung sebanyak 9.000 ton bahan baku semen.

Produksi bahan baku semen dengan menggunakan batu kapur dan tanah liat yang melimpah di Kabupaten Lebak.

"Dengan mendirikan pabrik semen itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan semen di pasar domestik," ujar Agianto. (ANTARA) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak
— bersama Agianto Ahmad Tahir.
INVESTOR ASING MAKIN LIRIK INVESTASI DI LEBAK
          Lebak - Investor asing makin melirik investasi di Kabupaten Lebak, Banten, karena potensi kekayaan alam di daerah ini melimpah dan memiliki nilai jual.
         "Selama ini banyak investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Lebak," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Agianto Ahmad Tahir di Rangkasbitung.
         Menurut dia, saat investor asing yang akan mendirikan perusahaan di Kabupaten Lebak, di antaranya pengusaha terkenal dari China dan Thailand.
         Mereka menanamkan modalnya di sektor pertambangan, pariwisata, peternakan dan perumahan.
         Para investor tersebut akan mendirikan pabrik semen di Kecamatan Cilograng, Bayah, Bojongmanik dan Panggarangan.
         Selain itu juga peternakan di Kecamatan Curugbitung dan Sajira dan pariwisata di pesisir Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah.
         Begitu pula kawasan perumahan di "Kota Kekerabatan" Kecamatan Maja dan Curugbitung.
         Bahkan, kata dia, pabrik semen milik PT Gamma Group dan Syiam Cemen Group beroperasi 2013 dengan nilai investasi triliunan rupiah.
         Kehadiran investor asing tersebut tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.
         "Kami terbantu dengan adanya investor asing itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya menjelaskan.
         Menurut dia, diperkirakan keberadaan pabrik tersebut dapat memberikan kontribusi sekitar Rp60 miliar per tahun bagi pendapatan asli daerah (PAD).
         Pemerintah daerah terus mengoptimalkan promosi-promosi untuk menarik investor asing maupun domestik agar mereka mau menanamkan modal di Kabupaten Lebak.
         Sebab potensi kekayaan alam memiliki nilai jual untuk mengundang investor.
         Selama ini, ujar dia, investor mulai melirik di Kabupaten Lebak sehubungan membaiknya sarana dan prasarana infrastruktur.
         Selain itu juga perizinan begitu mudah dengan dilayani satu atap, yakni Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT).
         "Kami terus mendorong agar para investor mau berinvestasi sesuai dengan visi dan misi Lebak sebagai daerah kondusif investasi," katanya.
         Kepala Bidang Engineering PT Gama Grup Handy menjelaskan pihaknya akan beroperasi pabrik semen 2013 dengan produksi sekitar empat juta ton per tahun.
         Pabrik semen itu termasuk kategori terbesar di Indonesia. Sebab kapasitas satu linker dapat menampung sebanyak 9.000 ton bahan baku semen.
         Produksi bahan baku semen dengan menggunakan batu kapur dan tanah liat yang melimpah di Kabupaten Lebak.
         "Dengan mendirikan pabrik semen itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan semen di pasar domestik," ujar Agianto. (ANTARA) www.lebakkab.go.id | fb : @[100004077499713:2048:Pemerintah Kabupaten Lebak] | FansPage : www.facebook.com/PemkabLebak

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya