PERKEBUNAN KARET DI LEBAK ANDALAN EKONOMI PETANI

Senin, 5 November 2012 08:31:06 - oleh : admin
Lebak - Perkebunan karet di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan andalan ekonomi petani sehingga pemerintah daerah terus mengembangkan tanaman tersebut, kata Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Aan Burhanudin
"Selama ini kehidupan ekonomi petani karet relatif baik karena setiap tiga hari sekali bisa menghasilkan pendapatan," katanya di Rangkasbitung, Senin.

Ia mengatakan, saat ini jumlah perkebunan karet milik masyarakat seluas 17.248 hektare dengan nilai produksi mencapai 5.870 ton per tahun.

Produksi karet tersebut dipasok ke perusahaan-perusahan pabrik ban di Tangerang, Bogor, dan Bandung.

Saat ini, kata dia, harga karet jenis lump sebesar Rp10.000 per kilogram dan jenis sheet Rp25.000 per kilogram.

"Saya kira harga karet saat ini naik dibandingkan Oktober lalu," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan kepada petani karet karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Bahkan, kata dia, banyak petani karet bisa membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan menunaikan ibadah haji.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar petani karet dapat meningkatkan produktivitasnya.

Pemerintah daerah akan memberikan bantuan benih karet varietas unggul dengan masa produksi empat sampai dengan lima tahun.

"Bantuan benih karet itu guna mendongkrak produktivitas, sehingga dapat menyejahterakan petani," ujarnya.

Selama ini, katanya, perkebunan karet, kakao, dan kelapa dalam merupakan andalan ekonomi masyarakat Lebak, sebab perkebunan tersebut bisa menghasilkan pendapatan harian sampai dengan mingguan.

Petani karet di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Sajira, Leuwidamar, Gunungkencana, Cileles, Cijaku, Bayah, Banjarsari, dan Cirinten.

"Kami terus mengembangkan produksi tanaman perkebunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Sejumlah petani karet di Kecamatan Gunungkencana mengaku, saat ini produktivitas karet di daerah itu meningkat karena tiga tahun lalu dilakukan peremajaan.

"Kami saat ini bisa menjual getah karet berbentuk lump mencapai 20 sampai 30 ton per hektare," kata seorang petani karet yang juga warga Gunungkencana Kabupaten Lebak, Mamad. (ANTARA) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | Twitter : Pemkab Lebak
PERKEBUNAN KARET DI LEBAK ANDALAN EKONOMI PETANI
          Lebak - Perkebunan karet di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan andalan ekonomi petani sehingga pemerintah daerah terus mengembangkan tanaman tersebut, kata Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Aan Burhanudin
    "Selama ini kehidupan ekonomi petani karet relatif baik karena setiap tiga hari sekali bisa menghasilkan pendapatan," katanya di Rangkasbitung, Senin.
         Ia mengatakan, saat ini jumlah perkebunan karet milik masyarakat seluas 17.248 hektare dengan nilai produksi mencapai 5.870 ton per tahun.
         Produksi karet tersebut dipasok ke perusahaan-perusahan pabrik ban di Tangerang, Bogor, dan Bandung.
         Saat ini, kata dia, harga karet jenis lump sebesar Rp10.000 per kilogram dan jenis sheet Rp25.000 per kilogram.
         "Saya kira harga karet saat ini naik dibandingkan Oktober lalu," katanya.
         Ia mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan kepada petani karet karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
         Bahkan, kata dia, banyak petani karet bisa membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan menunaikan ibadah haji.
         Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar petani karet dapat meningkatkan produktivitasnya.
         Pemerintah daerah akan memberikan bantuan benih karet varietas unggul dengan masa produksi empat sampai dengan lima tahun.
         "Bantuan benih karet itu guna mendongkrak produktivitas, sehingga dapat menyejahterakan petani," ujarnya.
         Selama ini, katanya, perkebunan karet, kakao, dan kelapa dalam merupakan andalan ekonomi masyarakat Lebak, sebab perkebunan tersebut bisa menghasilkan pendapatan harian sampai dengan mingguan.
         Petani karet di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Sajira, Leuwidamar, Gunungkencana, Cileles, Cijaku, Bayah, Banjarsari, dan Cirinten.
         "Kami terus mengembangkan produksi tanaman perkebunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
         Sejumlah petani karet di Kecamatan Gunungkencana mengaku, saat ini produktivitas karet di daerah itu meningkat karena tiga tahun lalu dilakukan peremajaan.
         "Kami saat ini bisa menjual getah karet berbentuk lump mencapai 20 sampai 30 ton per hektare," kata seorang petani karet yang juga warga Gunungkencana Kabupaten Lebak, Mamad. (ANTARA) www.lebakkab.go.id | fb : Pemerintah Kabupaten Lebak | Twitter : Pemkab Lebak

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya