Pabrik Semen Jadi Syarat

Rabu, 29 Agustus 2012 08:23:42 - oleh : admin

BAYAH – Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (JB) seperti tak habis alasan untuk mengun­dur rekomendasi pembentukan Kabupaten Ci­langkahan. Jika sebelumnya alasan moratorium (jeda sementara) pemekaran daerah, kali ini rekomendasi akan diberikan jika pabrik semen di Kecamatan Bayah sudah berdiri.
Pernyataan JB dengan mempersyaratkan pem­bangunan pabrik semen itu disam­paikan saat memberikan sambutan pada peresmian kantor Desa Sawarna Timur, Minggu (26/8). “Kenapa saya sampai saat ini belum bisa merekomendasikan Kabu­paten Lebak Selatan (Cilangkahan-red), karena pondasi untuk menunjang daerah otonom baru belum memadai. Nanti setelah semua sektor mendukung dan pabrik semen berdiri, tanpa diminta, rekomendasi akan saya berikan,” katanya.
Dijelaskan, saat ini banyak faktor yang belum bisa mewujudkan daerah pemekaran baru. Salah satunya soal pendapatan daerah dan infrastruktur penunjang kabupaten baru. Kata dia, sebuah kabupaten baru ti­dak hanya mengandalkan subsidi dari ka­bupaten induk dan dana alokasi umum (DAU). Sebab seperti diketahui, lanjutnya, kewajiban kabupaten induk untuk mensubsidi daerah otonom baru sebesar Rp 5 miliar. Ditambah suntikan DAU dari pemerintah pusat sebesar Rp 100 miliar. “Alokasi dana itu mana cukup untuk membangun sebuah kabupaten baru,” imbuhnya.   
Jika kabupaten di Lebak Selatan ingin segera terwujud, kata dia, harus dibenahi pon­dasi penunjang dulu seperti sarana infrastruktur  dan pendapatan daerah. “Ibarat anak yang akan dipisahkan dari orangtua. Tentu saja ketika sang anak dilepas, harus mandiri dan tidak merepotkan orangtua. Jangan sampai ketika terbentuk, yang kewalahan malah kabupaten induk dan tentu saja akan menyengsarakan rakyat,” ujarnya.
JB meminta kepada semua masyarakat Lebak Selatan untuk mendukung pem­ba­ngunan pabrik semen yang rencananya akan dibangun oleh dua perusahaan yakni PT Boralindo dan PT Gamma Group. “Jika pabrik semen jadi, saya akan menan­da­ta­ngani rekomendasi pemekaran Kabupaten Lebak Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sawarna Ti­mur Encep mengaku bangga karena kan­tor Desa Sawarna Timur bisa diresmikan langsung oleh Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Ia juga mengucapkan terima kasih karena Pemkab Lebak yang membantu peralatan penunjang sektor pertanian dan bantuan Rp 50 juta untuk kantor desa. “Saya akan teladani kepemimpinan JB dalam upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Lebak,” ujarnya.(admin)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya